"Eidul Fitri is here and it is time to wish you all a happy and fulfilling festive season complete with Allah's Blessing. May Allah's blessing shines upon you. And it is time to forgive and forget. Afi and family wish you Eid Mubarak."
Qoute of the Week
"Tak ada orang tertindas yang bisa bicara. Apalagi ia perempuan... Tidak dapat berbicara adalah metafor, karena ia mencoba berbicara, sehingga secara metafor Anda dapat mengatakan tidak ada keadilan di dunia." Gayatri Chakravorty Spivak
Finally I find back all the user name n password of my blog after a long-hard-trying speculation for any passwords I had. Today, by the end of the Holy Month I will restart a new life ... again ... after undergoing pretty much hassles ... ups and downs ....
I need to figure out all the ups n downs of my life ... since the last time I wrote my post, especially about my devotion as a muslimah. After the shocking home-return syndrome, I had been searching for the right, following the previous guide to see some one to fix my life. But it was so unfit till I find my Ummi who can control my wild nature. I was so fully engrossed in her spiritual atmosphere, her caring and understanding. I couldn't believe myself I could be so fired up to help and to support her mission to be the 'candidate' in the election. I felt so peaceful living in such spiritual condition. My feminism approximation was managed to the right path thru the 'S' organisation (read: I could mention the name). I'd been joining some poltical workshops, and meeting important people and contributing to the party-affiliated-youth group for any occasions. It's all about the spirit behind her noble attitude which is ended to the supplication to Allah.
However, here and now ... it's been totally different. My time was not enuf to get along with her and the mad'us. I've been straying away ... further and further away ... from Allah's protection. It's so painful for feeling not so intact during the Ramadhan. The beginining was when I change my job to the full timer thingies. As if my time was not enuf for all of those things. I am pretty glad having this job that I can still actually take care of my baby every day. On one side, this is really steady and secure and make me feel a little grown-up - that makes me stop adventuring. on the other side ... the buddies there I enjoy getting along with do not support me to the suplication, and the access to the cyber world is so vastly unpredictable - this is part of big contribution to my ups and downs.
The new world give me a big change that now I regret. The change that give me some excitement and sorrow. It'z so excited seeing all the people I know from the past but the excess ... was way too far interfering my peaceful life .... My mind is full of questions especially the 'whys'. Why You give this to me Ya Rabb? .... Is it the ordeal that backlashing to me coz once I unintentionally said something not nice and arrogantly challanged my self.
Reflecting back to all what has happened ... let's surrender and give it up all to HIM ... this is all happend due to His will.
This might be similar to the feeling ... Somewhere I Belong by LP
I had nothing to say and i get lost in the nothingness inside of me (i was confused) and i live it all out to find, but im not the only person wit these things in mind (inside of me) but all that they can see the words revealed is the only real thing that i got left to feel (nothing to lose) just stuck hollow and alone and the fault is my own and the fault is my own
i wanna heal i wanna feel what i thought was never real i wanna let go of the pain ive felt so long. erase all the pain til its gone i wanna heal i wanna feel like im close to something real. i wanna find something ive wanted all along somewhere i belong
and i got nothing to say. i cant believe i didnt fall right down on my face (i was confused) look at everywhere only to find. it is not the way i had imagined it all in my mind. (so what am i) what do i have but negativity cuz i cant trust no one by the way everyone is looking at me (nothing to lose) nothing to gain im hollow and alone and the fault is my own and the fault is my own
(Chester) I will never know myself until i do this on my own cuz i will never feel anything else until my wounds are healed i will never be anything til i break away from me i will break away. ill find myself today
Alhamdulillah, masih bisa posting. Hampir setahun gak posting, too many stories too little time. Internet juga baru connect kemaren-kemaren. Too many things have been happening these days, since I arrived from Brisbane (July 07). After the arrival, so zibok bgt, mulai signing up for Lara, managing the properties, applying for some jobs, dealing with the fluctuating currency, nomad-ing – moving from house to another with bits and pieces. I am weary.
Going home? So unpleasant peesaan. Too many scary things at home-country, I wish I could go back. Beginning from school seeking, three schools even just some experiments for Lara. Secondly, I fought for managing the properties along with all the hassle buzzle fraud, dealing with the brick layers people who, at least, contribute to my ferocity. Next, applying the jobs might not be as harsh as other businesses, so far it’s been good enough but it makes me all in rush every minute. I love my job but it’s hard to manage. I name it, “The best place, the worst time” job. Anyway I need it for survival. About the currency? ahh … it made me crazy when it was ended up with zero account. There are many more issues that I shouldn’t say. The point is that post-overseas-syndrome is shocking.
Couple of days ago, it was a real sad story. My daughter couldn’t stand crying missed all the friends and teacher in Brisbane. “why can’t we go back to Australia, mummy?” What can I do?
"I was nearly crying mummy, when I looked at their scar. I was so scared". Itulah komen yang keluar dari mulut seorang anak usia 5 tahun ketika melihat saudaranya, dua orang anak perempuan, menjadi korban lahapan api di Aceh.
Sore itu selesai ngajar di Ironside, rencananya pengen ngajak Lara ke tempat keluarga Pak Rasmidin yang baru datang dari Aceh - terkena musibah dan menjadi korban kebakaran sekeluarga. Hendak mengajak seorang anak untuk bisa lebih bersyukur akan nikmat-Nya dan sarana belajar caring terhadap sesama. Kebetulan sore itu juga kita diajak pergi kesana mengantarkan makanan Indonesia. Alhamdulilah ternyata mereka bisa bermain sama Lara seperti anak-anak sehat yang lain walaupun kaki dan tangan mereka perlu perbaikan medis akibat luka bakar.
MasyaAllah, sesampai disana kami melihat anak-anak nya yang terkenai kobaran api, sangat memilukan. Ayahnya bercerita dari awal terjadi sampai bisa datang ke Austalia untuk mendapatkan bantuan medis dari ROMAC. Mendengar ceritanya kita bisa banyak mengambil hikmah dengan apa yang menimpa mereka. Kalau memang Allah SWT menghendaki, lari kemanapun kita dari takdir, Allah pasti memberikan ujian-Nya. Keluarga ini memang sudah menjadi korban Tsunami 2004 silam dan hendak mencari dataran yang lebih tinggi karena trauma dengan gelombang tsunami, maka mereka mendirikan rumah kayu di daerah yang masih tidak terlalu padat penduduknya. Suatu malam ketika gempa hebat melanda Aceh kembali rumah mereka terbakar dan mereka dalam keadaan sedang terlelap. Mereka baru sadar setelah dikepung api, ayahnya menyelamatkan semua anaknya dengan menerobos api berkali-kali hingga dia pingsan selama 21 hari. Kedua anak perempuannya mengalami malformation pada bagian kaki dan tangan akibat luka bakar dan akan dioperasi di sini, Royal Children Hospital Brisbane.
Alhamdulillah, saudara-saudara seiman yang ada disini pun tak kalah sedang berlomba-lomba beramal membatu keluarga Pak Rasmidin. Banyak sekali cerita-cerita tentang kunjungan masyarakat Indonesia yang ada di Brisbane. Mudah-mudahan terhindar dari riya.
Itu adalah satu sisi perjuangan satu keluarga yang sangat nyata untuk memperbaiki nasib anak-anak mereka. Di satu sisi, dalam minggu yang sama masyarakat muslim Indonesia yang sedang berlomba dalam kebaikan lewat Pak Rasmidin, di sisi lain juga ada yang sedang berlomba memperdebatkan mana yang lebih baik Al-Qur'an atau karya sastra, dua kubu berbeda pendapat dengan sengit sampai posting-posting tak sehat berkeliaran. Setiap orang yang punya hati nurani pasti tahu kalau perkara tidak layak untuk diperdebatkan. Tapi apa sih yang sebenarnya mereka cari? Mengapa harus memancing di air keruh? Lihat kembali pencarian Pak Rasmidin yang sungguh-sungguh memperjuangkan hal nyata.
Fakta yang sesungguhnya dari kehidupan Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada riwayat yang menyebutkan beliau pada tiap ulang tahun kelahirannya melakukan ritual tertentu. Bahkan para shahabat beliau pun tidak pernah kita baca dalam sejarah pernah mengadakan ihtifal (seremoni) secara khusus setiap tahun untuk mewujudkan kegembiraan karena memperingati kelahiran Nabi SAW.Bahkan upacara secara khusus untuk merayakan ritual maulid nabi SAW juga tidak pernah kita dari generasi tabi'in hingga generasi salaf selanjutnya. Perayaan seperti ini secara fakta memang tidak pernah diajarkan, tidak pernah dicontohkan dan juga tidak pernah dianjurkan oleh Rasulullah SAW, para shahabat bahkan para ulama salaf di masa selanjutnya.Perayaan maulid nabi SAW secara khusus baru dilakukan di kemudian hari. Dan ada banyak versi tentang siapa yang memulai tradisi ini. Sebagian mengatakan bahwa konon Shalahuddin Al-Ayyubi yang mula-mula melakukannya, sebagai reaksi atas perayaan natal umat Nasrani. Karena saat itu di Palestina, umat Islam dan Nasrani hidup berdampingan. Sehingga terjadi interaksi yang majemuk dan melahirkan berbagai pengaruh satu sama lain.Versi lain menyatakan bahwa perayaan maulid ini dimulai pada masa dinasti Daulah Fatimiyyah di Mesir pada akhir abad keempat hijriyah. Hal itu seperti yang ditulis pada kitab Al-A'yad wa atsaruha alal Muslimin oleh Dr. Sulaiman bin Salim As-Suhaimi hal. 285-287. Disebutkan bahwa para khalifah Bani Fatimiyyah mengadakan perayaan-perayaan setiap tahunnya, di antaranya adalah perayaan tahun baru, asyura, maulid Nabi sAW bahwa termasuk maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husein serta maulid Fatimah dll. (Al-Khuthoth 1/490).Versi lainnya lagi menyebutkan bahwa perayaan maulid dimulai tahun 604 H oleh Malik Mudaffar Abu Sa'id Kukburi.Hukum Merayakan Maulid Nabi SAWMereka yang sekarang ini banyak merayakan maulid nabi SAW seringkali mengemukakan dalil. Di antaranya:1. Mereka berargumentasi dengan apa yang ditulis oleh Imam As-Suyuti di dalam kitab beliau, Hawi li al-Fatawa Syaikhul Islam tentang maulid serta Ibn Hajar Al-Asqalani ketika ditanya mengenai perbuatan menyambut kelahiran nabi SAW. Beliau telah memberi jawaban secara bertulis:Adapun perbuatan menyambut maulid merupakan bid'ah yang tidak pernah diriwayatkan oleh para salafush-shaleh pada 300 tahun pertama selepas hijrah. Namun perayaan itu penuh dengan kebaikan dan perkara-perkara yang terpuji, meski tidak jarang dicacat oleh perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya.Jika sambutan maulid itu terpelihara dari perkara-perkara yang melanggar syari'ah, maka tergolong dalam perbuatan bid'ah hasanah. Akan tetapi jika sambutan tersebut terselip perkara-perkara yang melanggar syari'ah, maka tidak tergolong di dalam bida'ah hasanah.2. Selain pendapat di atas, mereka juga berargumentasi dengan dalil hadits yang menceritakan bahwa siksaan Abu Lahab di neraka setiap hari Senin diringankan. Hal itu karena Abu Lahab ikut bergembira ketika mendengar kelahiran keponakannya, Nabi Muhammad SAW. Meski dia sediri tidak pernah mau mengakuinya sebagai Nabi. Bahkan ekspresi kegembiraannya diimplementasikan dengan cara membebaskan budaknya, Tsuwaibah, yang saat itu memberi kabar kelahiran Nabi SAW.Perkara ini dinyatakan dalam sahih Bukhari dalam kitab Nikah. Bahkan Ibnu Katsir juga membicarakannya dalam kitabnya Siratunnabi jilid 1halaman 124.Syamsuddin Muhammad bin Nasiruddin Ad-Dimasyqi menulis dalam kitabnya Mawrid as-sadi fi Mawlid al-Hadi : "Jika seorang kafir yang memang dijanjikan tempatnya di neraka dan kekal di dalamnya" (surat Al-Lahab ayat 111) diringankan siksa kuburnya tiap Senin, apalagi dengan hamba Allah yang seluruh hidupnya bergembira dan bersyukur dengan kehadiran Ahmad dan meninggal dengan menyebut "Ahad"?3. Hujjah lainnya yang juga diajukan oleh para pendukung maulid Nabi SAW adalah apa yang mereka katakan sebagai pujian dari Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani.Menurut mereka, Ibnu Hajar telah menulis di dalam kitabnya, 'Al-Durar al-Kamina fi 'ayn al-Mi'at al-thamina' bahwa Ibnu Kathir telah menulis sebuah kitab yang bertajuk maulid Nabi di penghujung hidupnya, "Malam kelahiran NabiSAW merupakan malam yang mulia, utama, dan malam yang diberkahi, malam yang suci, malam yang menggembirakan bagi kaum mukmin, malam yang bercahaya-cahaya, terang benderang dan bersinar-sinar dan malam yang tidak ternilai."4. Para pendukung maulid nabi SAW juga melandaskan pendapat mereka di atas hadits bahwa motivasi Rasulullah SAW berpuasa hari Senin karena itu adalah hari kelahirannya. Selain karena hari itu merupakan hari dinaikkannya laporan amal manusia.Abu Qatadah Al-Ansari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika ditanya mengapa beliau berpuasa pada hari Senin, menjawab, "Itulah hari aku dilahirkan dan itulah juga hari aku diangkat menjadi Rasul."Hadits ini bisa kita dapat di dalam Sahih Muslim, kitab as-siyam (puasa)Pendapat yang MenentangNamun argumentasi ini dianggap belum bisa dijadikan landasan dasar pensyariatan seremoni maulid nabi SAW.Misalnya cerita tentang diringankannya siksa Abu Lahab itu, mereka mengatakan bahwa Abu Lahab yang diringankan siksanya itu pun hanya sekali saja bergembiranya, yaitu saat kelahiran. Dia tidak setiap tahun merayakan kelahiran nabi dengan berbagai ragam seremoni. Kalau pun kegembiraan Abu Lahab itu melahirkan keringanan siksanya di neraka tiap hari Senin, bukan berarti orang yang tiap tahun merayakan lahirnya nabi SAW akan mendapatkan keringanan siksa.Demikian juga dengan pujian dari Ibnu Katsir, sama sekali tidak bisa dijadiakan landasan perintah untuk melakukan sermonial khusus di hari itu. Sebab Ibnu Katsir hanya memuji malam hari di mana Nabi SAW lahir, namun tidak sampai memerintahkan penyelenggaraan seremonial.Demikian juga dengan alasan bahwa Rasulullah SAW berpuasa di hari Senin, karena hari itu merupakan hari kelahirannya. Hujjah ini tidak bisa dipakai, karena yang saat dilakukan bukan berpuasa, tapi melakukan berbagai macam aktifitas setahun sekali. Kalau pun mau berittiba' pada hadits itu, seharusnya umat Islam memperbanyak puasa sunnah hari Senin, bukan menyelenggarakan seremoni maulid setahun sekali.Bahkan mereka yang menentang perayaan maulid nabi ini mengaitkannya dengan kebiasaan dari agama sebelum Islam. Di mana umat Yahudi, Nasrani dan agama syirik lainnya punya kebiasaan ini. Buat kalangan mereka, kebiasaan agama lain itu haram hukumnya untuk diikuti. Sebaliknya harus dijauhi. Apalagi Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkannya atau mencontohkannya.Dahulu para penguasa Mesir dan orang-orang Yunani mengadakan perayaan untuk tuhan-tuhan mereka. Lalu perayaan-perayaan ini di warisi oleh orang-orang Kristen, di antara perayaan-perayaan yang penting bagi mereka adalah perayaan hari kelahiran Isa al-Masih, mereka menjadikannya hari raya dan hari libur serta bersenang-senang. Mereka menyalakan lilin-lilin, membuat makanan-makanan khusus serta mengadakan hal-hal yang diharamkan.Dan akhirnya, para penentang maulid mengatakan bahwa semua bentuk perayaan maulid nabi yang ada sekarang ini adalah bid'ah yang sesat. Sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk menyelenggarakannya atau ikut mensukseskannya.Jawaban dari Pendukung MaulidTentu saja para pendukung maulid nabi SAW tidak rela begitu saja dituduh sebagai pelaku bid'ah. Sebab dalam pandanga mereka, yang namanya bid'ah itu hanya terbatas pada ibadah mahdhah (formal) saja, bukan dalam masalah sosial kemasyarakatan atau masalah muamalah.Adapun seremonial maulid itu oleh para pendukungnya diletakkan di luar ritual ibadah formal. Sehingga tdak bisa diukur dengan ukuran bid'ah. Kedudukannya sama dengan seorang yang menulis buku tentang kisah nabi SAW. Padahal di masa Rasulullah SAW, tidak ada perintah atau anjuran untuk membukukan sejarah kehidupan beliau. Bahkan hingga masa salah berikutnya, belum pernah ada buku yang khusus ditulis tentang kehidupan beliau.Lalu kalau sekarang ini umat Islam memiliki koleksi buku sirah nabawiyah, apakah hal itu mau dikatakan sebaga bid'ah? Tentu tidak, karena buku itu hanyalah sarana, bukan bagian dari ritual ibadah. Dankeberadaan buku-buku itu justru akan membuat umat Islam semakin mengenal sosok beliau. Bahkan seharusnya umat Islam lebih banyak lagi menulis dan mengkaji buku-buku itu.Dalam logika berpikir pendukung maulid, kira-kira seremonial maulid itu didudukkan pada posisi seperti buku. Bedanya, sejarah nabi SAW tidak ditulis, melainkan dibacakan, dipelajari, bahkan disampaikan dalam bentuk seni syair tingkat tinggi. Sehingga bukan melulu untuk konsumsi otak, tetapi juga menjadi konsumsi hati dan batin. Karena kisah nabi disampaikan dalam bentuk syair yang indah.Dan semua itu bukan termasuk wilayah ibadah formal (mahdhah) melainkan bidang muamalah. Di mana hukum yang berlaku bahwa segala sesuatu asalnya boleh, kecuali bila ada dalil yang secara langsung melarangnya secara eksplisit.KesimpulanSebagai bagian dari umat Islam, barangkali kita ada di salah satu pihak dari dua pendapat yang berbeda. Kalau pun kita mendukung salah satunya, tentu saja bukan pada tempatnya untuk menjadikan perbedaan pandangan ini sebagai bahan baku saling menjelekkan, saling tuding, saling caci dan saling menghujat.Perbedaan pandangan tentang hukum merayakan maulid nabi SAW, suka atau tidak suka, memang telah kita warisi dari zaman dulu. Para pendahulu kita sudah berbeda pendapat sejak masa yang panjang. Sehingga bukan masanya lagi buat kita untuk meninggalkan banyak kewajiban hanya lantaran masih saja meributkan peninggalan perbedaan pendapat di masa lalu.Sementara di masa sekarang ini, sebagai umat Islam, kita justru sedang berada di depat mulut harimau sekaligus buaya. Kita sedang menjadi sasaran kebuasan binatang pemakan bangkai. Bukanlah waktu yang tepat bila kita saling bertarung dengan sesamasaudara kitasendiri, hanya lantaran masalah ini.Sebaliknya, kita justru harus saling membela, menguatkan, membantu dan mengisi kekurangan masing-masing. Perbedaan pandangan sudah pasti ada dan tidak akan pernah ada habisnya. Kalau kita terjebak untuk terus bertikai, maka para pemangsa itu akan semakin gembira.Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.
Hanya sebuah mimpi aneh belaka ... Di persimpangan jalan ake ketemu jamaah yang gak mau kasih tahu kemana mereka pergi, katanya akan ke Maulid Nabi, tapi aku gak boleh tahu. Karena mereka takut .... Penasaran, aku ikuti kemana mereka pergi, ternyata mereka adalah teman-temanku.
Aku intip apa yang terjadi ... MasyaAllah ... mereka lagi bermain roleplay dengan memegang sebuah boneka plastik. Roleplay itu berupa ritual yang gak pernah kebayang sama sekali akan terjadi ... Katanya ... Setiap perempuan dilarang melihat apalagi mengintip seperti aku. Celaka pasti aku ketahuan ....
Dibalik tirai aku mengintip ... dalam ritual mereka, seorang penghulunya berperan sebagai Abdul Muthalib memegang boneka plastik dan hendak menyunatnya. MasyaAllah ... ampuni aku bila aku sampai berkesimpulan salah dengan apa yang aku lihat. Aku teringat ketika membaca "The Sealed Nectar "... ketika Baginda Rasulullah saw dikhitan di depan Ka'bah oleh kakeknya. Dalam nyanyian dan seruannya terdengar mereka bermain peran seperti itu, Naudzubillah ...
Bagaimana mungkin mereka menjadikan boneka plastik itu sebagai ... aku tak tega meneruskannya. Tapi yang bisa membuatku mempercayai mereka melakukan itu adalah ...
Penghulunya kemudian keluar dan segera tahu bahwa ditempat itu ada yang bukan jamaahnya dan langsung menghardikku dengan mencarai-cari masalah. Kami beradu argumen hingga kuludahi mukanya. Astagfirullah ... dan aku terbangun.
Hadist riwayat Bukhori, dari Umar R.A berkata: “Janganlah kalian berlebih lebihan dalam memujiku sebagaimana orang orang Nasrani memuji anak Maryam, Aku tidak lain hanyalah seorang hamba, maka katakanlah : hamba Allah dan Rasul Allah”
Bismillahirahmanirrahim, Ini adalah surat kekecewaan nasabah BCA untuk surat pembaca harian umum Pikiran Rakyat di Bandung. Surat ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan kejadian yang bisa menjadi concern semua orang, semoga kasus ini tidak akan terjadi lagi kepada siapapun. Surat ini ditulis karena sistem yang membuat nasabah berada dipihak yang lemah dan tidak bisa menunjukan data yang sebenarnya terjadi. Sesuatu telah terjadi di ATM BCA tanpa sepengetahuan pihak BCA.
Dengan Hormat,
Kasus di ATM BCA Taman Kopo Indah (Bandung) - sangat mengecewakan, Nasabah Berada di Pihak yang Lemah
Hari sabtu kemarin lusa tanggal 14 April 2007, kami mendapat surat pemberitahuan dari BCA bahwa "pengambilan ATM tanggal 29 Maret 2007 lalu terhitung dua kali pengambilan", padahal kami hanya mengambil satu kali. Kasusnya berawal dari pembukaan rekening baru di BCA Kantor Cabang Utama Sukarno Hatta. Tanggal 29 Maret 2007 hari Kamis adalah pengambilan dana pertama lewat ATM yang berlokasi di Taman Kopo Indah. Waktu itu kami bermaksud mengambil uang sebesar Rp. 1.900.000,00 dengan rencana pengambilan dua kali, pengambilan pertama sebesar Rp. 1.250.000,00; (sesuai dengan menu yang tertera di layar mesin ATM) tapi ketika akan mengambil yang (rencananya) berikutnya sebesar Rp. 650.000,00 lagi, dana yang tersedia "tidak cukup" padahal di rekening itu seharusnya masih ada dana sebesar Rp. 1.390.000,00 (setelah pengambilan Rp. 1.250.000,00). Dana yang tersisa ternyata hanya ada Rp. 140.000,00. Sangat disesalkan, struk ATM tidak keluar. Esoknya kami melaporkan kejadian yang sangat mengherankan ini ke BCA tempat membuka rekening. Petugas di BCA memberi keterangan dari data komputer bahwa pengambilan ATM dilakukan "dua kali" padahal uang yang diambil dari ATM hanya Rp.1.250.000,00 sebanyak satu kali. Benar-benar tidak masuk akal: mengambil satu kali dianggap dua kali pengambilan. Katanya kejadian ini akan diproses selama dua minggu dan datanglah surat pemberitahuan tersebut. Kejadian ini bukan rekayasa dan ini demi Allah benar-benar terjadi dan sangat merugikan kami.
Yang sangat disesalkan adalah ATM BCA (Taman Kopo Indah) tidak mengeluarkan struk pengambilan sehingga kami tidak bisa menunjukkan bukti pengambilan yang seharusnya diberikan oleh BCA kepada kami sebagai hak nasabah. Ketiadaan tanda bukti atau struk pengambilan menjadikan nasabah berada di pihak yang lemah sedangkan menurut keterangan pihak BCA komputer mencatat secara akurat pengambilan di ATM BCA Taman Kopo Indah sebanyak dua kali (berdasarkan surat pemberitahuan dari BCA) yaitu pada pukul 15.40 terjadi pengambilan Rp. 1.250.000,00 dan pada pukul 15.41 terjadi pengambilan 1.250.000 sedangkan kejadian yang sebenarnya terjadi adalah penarikan hanya terjadi sekali saja dan uang yang diterima hanya Rp. 1.250.000,00. Selisih waktu hanya 1 menit, entah apa yang terjadi di ATM sana?
Maka satu-satunya cara mengkomunikasikan concern ini adalah dengan menulis surat kepada "SURAT PEMBACA - Pikiran Rakyat" untuk menghimbau para konsumen BCA untuk lebih berhati-hati dan juga pihak BCA untuk lebih memperhatikan nasabah dan berhati-hati terhadap jalur lalu lintas komunikasi bank dalam sistem IT-nya. Perhatikan kejahatan internet (hackers). Sekedar masukan positif untuk BCA, nasabah akan kehilangan kepercayaan kepada BCA dan BCA akan kehilangan banyak nasabah bila kasus ini sering terjadi. Kami tidak bermaksud mencemarkan nama baik BCA, hanya saja kami sangat kecewa telah kehilangan uang yang menurut kami sangat berarti. Mudah-mudahan pihak BCA juga bisa memberi pencerahan terhadap kasus ini. Ada apa dibalik semua ini. Saya sangat berterima kasih bila surat ini direspon.
Lately, aku harus sadar aku harus kurangi aktivitas terutama yang dealing with earning. Ada yang udah complain kalo aku harus lebih concern ama 'something more important than M'. Yang ngomplain ternyata orang yang harus aku turuti perintahnya kalo mau jadi istri sholihah. Ini semua konsekuensi dari semua kesibukan yang belakangan menguntit. Aku coba untuk pause bentar n reflect to myself, what I have to do now is supporting him for his unbelievebly hard ass Ph.D. Nothing can buy it. Sacrifice is the only way.
Lama-lama mikir, aku harus pikirin pulang juga termasuk hectic-nya packing n doing all administration matters and bills and may be tax return. Hampir tiap hari ku sempetin liat webjet.com.au siapa tahu ada ticket murah buat pulang. Kemis pagi webjet lagi on sale, ternyata SQ bisa dapet AUD$703.00. Penasaran kalo gak di browsing sampai akhir cerita aku tanya flight centre langganan yang pasti berani nurunin harga dari harga yang palin rendah sekalipun, ternyata bisa dapet AUD$ 1.243.00 termasuk Lara. Alhamdulillah. Satu agenda kepulangan beres, insyaAllah.
However, in one hand, kayaknya physically udah agak siap nich buat the safe return, at least gak kaya December kemaren yang sama sekali rasanya gak siap buat pulang. On the other hand, rasanya mentally berat sekali denger-denger kehidupan di negara asalku. Sudah pasti sistem di sana sama sekali tidak akan memberdayakan ku. Yang paling pasti penghasilan udah pasti jauh beda dengan di sini meski status pekerjaan lebih bergengsi ketimbang disini. Belum lagi, aku mikirin macet yang pasti semakin parah terutama KOPO. Tambah lagi acara TV, ketika kemaren terakhir aku liat SCTV di sebuah resto Indo yang pake parabola, ihhh ... acaranya mengerikan gimana Lara ntar. Oh ... my God berikan kesabaran dan ketabahan kalo aku pulang nanti. Salah satu cara adalah positive thinking yaitu rubah saja semua kecemasanku menjadi harapan. Harapan menjadikan semua kesusahan dan keparahan Indonesia bisa menjadi ladang amal buatku. Yang membuatku tak habis pikir adalah, penduduk yang nota bene mayoritas Islam tapi kok bisa seperti itu, korupsi sudah menjadi sebuah sistem. Korup adalah sistem yang berlaku di Indonesia mulai dari pejabat sampai grass root. Sedangkan di sini, mayoritas kafir tapi bisa mengatur dirinya sendiri dengan baik dan bahkan lebih baik dari orang-orang yang mengaku muslim.
Sabtu lalu ada dosen dari Mataram yang nginep di rumah untuk ikut pelatihan di UQ. Dia cerita begitu sulitnya menentang sistem korupsi di tempat ia bekerja, mulai dari manipulasi proyek-proyek pertanian sampai pembagian air untuk para petani pun bisa dijadikan ajang korupsi. MasyaAllah. Harus diapakan negaraku. Apakah aku akan terjebak dengan sistem seperti itu nanti ketika pulang. Aku jadi ingat tulisan di milis yang cerita ada seorang migran muslim yang berani berkata, "tinggal di Australia ini saya bisa lebih terbebas dari commiting sin, bahkan saya bisa banyak beramal dan hidup lebih sehat secara mental dan fisik". Mungkin ini aku alami sekitar dua tahun terakhir mendalami kehidupan di OZ. Tahun-tahun pertama rasanya aku belum menemukan kehidupan yang seperti dikatakan migran tadi karena kehidupan ruhiyah tak terpenuhi, sedang ketika kita ditakdirkan bertemu orang-orang saleh yang akan selalu mengingatkan kita kepada-Nya, rasanya tanah di negeri asing ini adalah tempat yag ideal untuk menjalankan semua perintah-Nya bahkan ironinya di negara yang sangat sekuler seperti ini, tapi apakah nanti ketika aku pulang bisa menjadi lebih baik. Bagaimana dengan cerita-cerita menyedihkan temen-temen yang baru pulang? Bagaimana dengan cultural schock mereka ketika berada di culture nenek moyang kita? Bisakah aku survive ...
Suatu malem yang harusnya aku udah terpulas, ada seorang aktivis organisasi orang-orang Indo di Aussy telfon, katakan saja beliau adalah Mr. S. Saat itu aku masih harus melatih spelling-nya Lara demi lancarnya Writing Workshop Mrs. Black. Satu-satunya sisa waktu cuma malem itu ... kacian anak ku. Awalnya, Mr. S telfon minta aku buat kasih komen tentang Film Klick-nya Adam Sandler, kedengerannya sih aku cuma mau ngasih komen doang, dikirain ada mahasiswa yang mau buat penelitian dan film analysis, ternyata ada bbrp temen bilang "Mbak ... ntar jadi pembicara di acara nonton bareng yaa?" langsung ngerasa geli, ngapain aku jadi pembicara? WHAT THE ....!! sejak kapan ada joke kayak ginian? ternyata aku baru ngeh setelah liat milist ... ya ampun ... jadi dech mikir-mikir apa yang mau diomongin ya? It's been a long time I've been away from the mailist, dengan alasan klise 'sibuk', padahal sok sibuk, jadi kalo ada info aku musti ngasi komen ttg felm pun aku baru tahu setelah buka email sehari sebelum acara.
Mikir juga, WHY ME ...? Ternyata cerita si Adam sandler ini cerita orang super sibuk workacholic yang lupa family matters, sampai dia dapet pelajaran dari mimpinya seandanya dia begitu mengutamakan kerja dibanding keluarga. Su'udhzannya sich, jangan-jangan film ini mau nyidirin aku, tapi pas udah diliat, nggak kok, aku nggak nyampe gitu. Emang sich lately kegiatan begitu bertubi, mulai dari yang profitable, volunteer, kewajiban untuk keluarga dan yang di ada-adakan. I don't know why I've been trapped into 13 hours working (more or less). Tapi gimana pun I enjoy it pretty well. Niat nya sich kalo percaya tidak semata-mata money tapi experience yang harus aku bawa buat pulang nanti. And most of all I love being busy, dari pada nggossip, window shopping, browsing internet gak karuan, 'ngisi blog', ngibey mending working and working.
Sebenernya film ini udah agak lama, dan dari dulu pengen nonton cuma balik lagi trapped into all the daily bases, jadi nggak pernah ada waktu. Juga kayaknya aku harus udah insyaf dech utuk stop seeing movie, udah tua, musti mikir akhirat bow! Tapi ya akhirnya aku sempetin liat 'Click'. ..... Hari itu padat bgt, anak ku udah jemput jam 5 di kerjaan padahal selesai jam 5.30. Suami masih dikantor, jadi mobil ku ambil sendiri ama Lara, udah gitu lupa kunci, ketinggalan di kantor suami, jadi riweh lah pokoknya. Kebetulan banget hari itu Kamis jadi Indooroopilly shopping mall open till 9.00. Maka disimpulkan untuk melirik barang-barang diskon juga berkesempatan mengantar si "Mamang" n si "Bibi" jalan. Lagian ada telepon katanya di Target, summer collection udah jadi 2 dolaran walah .... gak mungkin dilewatkan. Pulang dari shopping jam 8.15 p.m. langsung jemput hubby yang dilanjutkan dengan menonton "Click" setelah makan dan mandi. Gak kuat sampai slesai soalnya udah jam 10.30 p.m. padahal aku harus pergi lagi kuli jam 00.00 a.m. Gileee bener, aku cuma tidur 2,5 jam euy hari itu. Pulang kerja jam 6.00 a.m. langsung kepikiran buat nerusin nonton soalnya ntar jam 4 aku harus siap dengan apa harus diomongin di depan orang-orang mengenai komen felm tadi. Ternyata sambungannya sangat mengharukan, pagi-pagi udah ada isak tangis ngeliat si Adam Sandler and family. Film ini memang asik buat merenung ditengah-tengah sibuknya aku. This is about refreshing comedy gags meets heartfelt, reflective story to appreciate life's little details.
Comment: It’s a parody of everybody’s life Instead of laughing I even cried. I felt pleasantly surprised. I couldn't help reflect upon the need to really appreciate life's little moments and close friends and family more. Walken was outstanding. Sandler was effective and really funny in his toned down approach to this more intelligent comedy than the usual Sandler fare. Kate Beckinsale is very lovable as the wife and mother of his children and Hasslehoff couldn't have been more perfectly cast as the cluelessly self-absorbed exec/ boss.
My point of view is that everything should be brought back to the 'Deen' of Islam, then we remember what we are created for, How thankful we are to the Mighty God. Then I related all I have experience from my recent busy life, the movie and my reflection from my "La Tahzan" Reading. It comes into a conclusion that
WHETHER YOU HAVE A LITTLE OR A LOT, LEARN TO BE THANKFUL
I relate the quote from La Tahzan and the Click movie. A wise person hung up three posters in his office that he would read daily: 1.“Your today, your today” meaning life within the boundaries of today, working and striving. Looking at the movie, we can only press the 'play' button coz we can rewind or fast forward our life. Play the best what you can do today. Remember we can rewind the time. 2.“Reflect and thankful”.This might need a 'pause' button in our remote to think deeply and reflect to what we have done right or wrong. 3.“Don’t be angry”. When we are angry we want to rewind the time to avoid it or fast forwarding to skip the anger, but we can do that at all. [La Tahzan, “Don’t be Sad”, p. 389]
Setelah slesai akyu ditanya moderator ttg cara bagi waktu untuk kelurga dan kerja. Wah jawabannya rahasia, jalanin azaa. Sebenarnya si, secara matematis kita kalkulasi aja. Waktu cuma 24/7. In those 7 days, my permanent working time is 6 hours each day for 5 working nights from 00.00-6.00 a.m. My casual one around 6-7,5 hours each day in random days mostly from 9.30-5.00. I devide my 7 days into: Sunday to Thursday nights belongs to the permanent works. Friday - Saturday nights belong to my family. During the day, Monday to Thursday I alocate 3 days f0r casual works, so I have one day off between Monday and Thursday. On friday, I put my "yaumal ayyam" as a special day for dedicating my self the All Mighty God, some of them are attending Lara's writing workshop with Mrs. Black, volunteering Religious Education in local school and attending Friday night sermon. It's kind of complicated, but among those hours, I spend my time with Lara for homework in between my day and night working hours between 7-9 p.m. And I spent a whole day for Lara's during my day off time. And finally Saturday and Sunday belong to my Hubby and Lara and the Halaqoh. And don't forget 5 times a day, the most important moment in our life, spend some time reading The Holy Qur'an and something related to it. Let's make life worthwhile.